Tag Archives: Opini

Peran Guru Dalam Pendidikan Kritis Generasi Muda

Pendidikan, sebuah kebutuhan premier bagi sebuah Negara yang bercita – cita besar. Pendidikan ibarat angin segar yang akan membawa serpihan – serpihan daun harapan bagi keberlangsungan bangsa dalam menapaki semakin ketatnya persaingan global. Ditengah persaingan yang begitu ketat di segala bidang , berbekal pendidikan yang berkualitas, cita – cita bangsa yang awalnya hanya sekedar mimpi tentu tidak akan sulit untuk diraih oleh siapapun termasuk Indonesia.

Dengan pendidikan yang berkualitas maka akan melahirkan sumber saya manusia yang berkualitas pula. Kesejahteraan, Kemakmuran, Keadilan dan kedaulatan negeri ini hanya akan menjadi sebuah fatamorgana di gurun pasir tanpa adanya sumber daya manusia berkualitas yang mampu mewujudkan itu semua. Sumber daya alam yang besar dan keberagaman hasil pertanian hanya akan menjadi omong kosong tanpa adanya aspek intelektual manusia untuk mengelolanya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa elemen sumber daya manusia menjadi aspek yang sangat penting bagi kesuksesan melaksanakan cita – cita sebuah bangsa kedepannya.
Continue reading

Bertentangan Dengan Demokrasi, Pilkada Melalui DPRD Harus Ditolak

Rancangan Undang – undang Pemilihan Umum Kepala Daerah (RUU Pilkada) saat ini tengah dibahas di Kemendagri dan DPR. Panja RUU Pilkada DPR yang saat ini sedang menggodok RUU ini dihadapkan dalam 3 opsi yang menjadi pro dan kontra antar fraksi di DPR. Opsi pertama, pasangan Gubernur , Walikota dan Bupati dipilih langsung seperti sekarang. Dalam opsi ini fraksi yang mendukung adalah PDIP, Hanura, PKB. Opsi kedua, Pasangan Gubernur , Walikota dan Bupati dipilih oleh DPRD didukung oleh Fraksi Demokrat, Golkar, PAN, PPP, PKS dan Gerindra. Opsi ketiga, Gubernur dipilih langsung namun Bupati dan Walikota dipilih oleh DPRD.

Bagaimana jika kelak nanti RUU Pilkada ini benar – benar disahkan dan memutuskan bahwa kepala daerah akan dipilih oleh DPRD dan tidak dipilih langsung oleh rakyat. Bukankah instrumen politik yang digunakan dengan basis penentuan di tingkat legislatif telah benar – benar membawa demokrasi kita mengalami kemunduran. Suatu kemunduran yang sangat drastis mengingat hak politik yang dimiliki oleh setiap warga negara secara otomatis akan sirna dengan diberlakukannya RUU ini.

Menarik melihat alasan dari para legislator yang tergabung dalam fraksi yang kebanyakan dari koalisi merah putih terhadap disahkannya RUU Pilkada dengan mekanisme pemilihan melalui DPRD. Alasan penghematan anggaran dan banyaknya praktik politik uang menjadi alasan yang paling sering dilontarkan oleh fraksi yang pro tersebut. Lantas apakah alasan tersebut bisa diterima begitu saja sehingga harus mengorbankan hak – hak konstitusional setiap warga Negara ?.
Continue reading

Alasan Saya Memilih Jokowi-JK dan Tidak Memilih Prabowo-Hatta

Pemilu presiden sudah berakhir beberapa hari yang lalu. Meskipun kedua pasang calon presiden sama – sama mengklaim menjadi pemenang, namun keduanya harus bersabar hingga KPU mengumumkan siapakah yang benar – benar menjadi pemenang pemilihan presiden versi real count yang sudah ditentukan oleh KPU pada tanggal 22 juli mendatang.

Ini adalah pilpres pertama yang saya ikuti dan itu membuat saya benar – benar antusias menyambut pesta demokrasi kali ini. Ketika sudah ditentukan bahwa capres yang bertarung dalam pilpres kali ini adalah 2 pasang capres yakni Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK maka saya dengan mudah sudah mendapatkan pilihan mana capres yang akan saya pilih untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Dan Capres pilihan saya jatuh pada pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK

Sangat tidak sulit untuk memilih dari dua pasang calon tersebut. Memilih presiden bukanlah memilih sosok sempurna yang akan kita beri amanat untuk memimpin Indonesia. Bagi saya memilih Presiden adalah memilih sosok ideal dan terbaik diantara kedua pasang calon yang maju dalam pilpres kali ini. Dan alasan mengapa saya memilih Jokowi dan tidak memilih Prabowo sangat simple. Berikut ini alasannya :
Continue reading

Sudah Saatnya Merubah Pemilih Kategori “Yang Polos Dapat Kaos Yang Cerdas Dapat Beras”

Tahun ini rakyat Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Di tahun ini pula rakyat Indonesia akan punya Presiden baru. Seperti diketahui bersama bahwa Presiden SBY tidak akan mencalonkan kembali karena telah memimpin sebanyak dua periode. Tidak hanya menentukan Presiden, tahun ini rakyat juga akan memilah – milah siapakah yang layak ataupun tidak layak untuk menjadi wakil mereka di legislatif.

Dengan sistem pemilihan yang sepenuhnya berada di tangan rakyat, tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi kita karena bisa memilih sesuai pilihan kita sendiri siapa saja yang berhak menjadi wakil kita di DPR. Namun yang harus ditegaskan disini adalah adalah jangan sampai kita memilih orang yang salah untuk menjadi wakil kita nanti. Kami sebagai rakyat tidak ingin orang yang duduk di DPR kelak adalah orang – orang yang terpilih berdasarkan pilihan dari orang yang asal pilih.

Namun ada fenomena menarik yang sepertinya sudah menjadi realita di masyarakat. Rakyat lebih bersimpati terhadap calon yang memberikan sesuatu kepada rakyat baik kaos, kalender, bahkan uang dan sembako. Fenomena seperti ini mungkin potret wajah pemilih kita kebanyakan. Kami menyebutnya dengan fenomena “Yang polos dapat kaos, yang cerdas dapat beras”.
Continue reading

Untuk Indonesia yang Lebih Baik, Jangan Golput

Pada bulan April rakyat Indonesia akan memilih calon anggota legislatif guna mengisi kursi Anggota DPR, DPRD 1 dan DPRD 2. Tata cara atau sistem pemilu kita untuk pemilu tahun ini tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibanding dengan pemilu tahun 2009. Rakyat masih akan memilih langsung calon anggota legislatif (caleg) pilihannya sendiri. permasalahannya sekarang, banyak orang yang masih bingung pada sistem ini karena kurangnya akses informasi yang tersedia bagi rakyat untuk menilai kualitas caleg yang akan dipilihnya di pemilu nanti.

Masalah lain yang bepotensi muncul di pemilu 2014 adalah masyarakat yang mulai apatis terhadap event – event seperti Pemilu , Pilkada dll karena kecewa dan kesal dengan tingkah laku menjengkelkan dari anggota DPR yang semakin jauh dari sikap pro rakyat. Belum lagi akhir – akhir ini para elit politik baik penyelenggaran Negara, anggota DPR dan bahkan penegak hukum terungkap keterlibatannya dalam kasus korupsi, penyuapan dll.

Rasa tidak puas inilah yang kemudian menimbulkan wacana di masyarakat untuk mengambil langkah Golongan Putih (Golput). Golput adalah sikap dimana seseorang secara sadar untuk tidak ikut serta dalam pemilu. Alasan terkait Golput memang beragam. Mulai dari kurangnya sosialisasi pemilu hingga calon – calon yang ada dianggap tidak punya visi – misi yang jelas untuk menjadi seorang pemimpin. Namun kebanyakan alasan golput saat ini adalah rasa tidak puas terhadap wakil rakyat yang nyata – nyata memang sudah tidak pro rakyat. Lantas apakah dengan golput itu bisa menyeleseikan masalah ? bagi saya tentu tidak, dan saya punya beberapa pendapat lain terkait anda yang memilih untuk golput di pemilu.
Continue reading

David Moyes Orang yang Tidak Tepat bagi Manchester united ? Tunggu Dulu

Start terburuk Manchester United dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah rekor yang tidak dinginkan berhasil dicatat anak asuh David Moyes di musim 2013/2014 ini. Menyalahkan masa transisi adalah sebuah hal yang paling saya tidak sukai dari hal buruk yang terjadi pada suatu klub. Beberapa manajer dan fans sering mengatakan bahwa masa transisi adalah biang dari segala macam prestasi buruk dalam sebuah klub.

David-Moyes

Namun, dalam kasus Manchester United saya mulai yakin bahwa “masa transisi” memang benar – benar layak disalahkan dari masalah yang terjadi di suatu klub. Dengan kekuatan superpower ala Alex Ferguson dalam seperempat abad menahkodai Manchester United tentu standard selangit terpampang nyata bagi pengganti Fergie, dan itu yang kini harus dihadapi oleh David Moyes.
Continue reading

Jika Manchester United Tidak Serius, Januzaj Bisa Menjadi The Next Paul Pogba

Pekan lalu tepat sebelum International Break yang digelar minggu ini mungkin itu adalah moment special bagi bintang muda Manchester United Adnan Januzaj. Sumbangan dua gol dari remaja 18 tahun ini mampu membawa MU meraih kemenangan setelah sempat tertinggal lebih dahulu dari tuan rumah Sunderland. Permainan gemilang Januzaj pada saat itu juga sedikit mengobati kenyataan bahwa di pertandingan tersebut MU kembali bermain buruk walaupun akhirnya meraih kemenangan.

januzaj

Namun bukan itu yang akan kita bahas hari ini. Bukan permainan gemilang Januzaj melawan Sunderland, bukan juga permainan buruk MU akhir akhir ini. Membicarakan masa depan Januzaj di Manchester United mungkin akan terlihat lebih asyik ketimbang membicarakan skill dan kemampuanya yang tidak perlu diragukan lagi.
Continue reading

Berani Menolak Kurikulum 2013

Rasanya sudah cukup lama ingin mengungkapkan sesuatu yang mengganjal pikiran tentang Kurikulum 2013. Kurikulum yang disebut bisa menjadi obat dari segala macam permasalahan yang ada di dunia pendidikan Indonesia. Selama ini yang saya lihat kami sebagai mahasiswa pendidikan hanya diberitahu bahwa kita sebagai calon guru harus siap untuk mengimplementasikan kurikulum ini pada saat kita terjun di sekolah – sekolah kelak.

Dan yang anehnya lagi kita sebagai mahasiswa yang seharusnya bisa berpikir terbuka dan kritis terkait hal – hal baru justru hanya mengangguk – angguk tanpa punya rasa ingin tahu terkait sisi positif dan negatif dalam konten kurikulum 2013. Kami juga tidak pernah menanyakan latar belakang yang jelas digantinya kurikulum lama yakni KTSP menjadi kurikulum 2013.

Begitu pula dengan dosen, dosen tempat saya menempuh kuliah yang dalam hal ini sudah saya anggap sebagai praktisi pendidikan justru membicarakan hal – hal yang baik saja terkait kurikulum ini. Tidak pernah sekalipun memberikan kritik terkait kebijakan Kemendikbud yang seakan tergesa – gesa dan dipaksakan ini. Dosen justru seperti memberi janji – janji surga bahwa kurikulum ini adalah obat dari segala macam permasalahan pendidikan di Indonesia. Apa sesempurna itu kurikulum ini sehingga tanpa celah untuk dikritisi ? mari kita bahas

Continue reading

Pintu Keluar Bagi Pemain yang “Tidak Edan”

Musim ISL tahun 2012/2013 sudah benar – benar berakhir dengan menghadirkan Persipura sebagai juara. Bagi Arema Indonesia yang di awal musim menargetkan juara ISL tentu prestasi runner up yang mereka peroleh masih dibawah target yang telah ditetapkan di awal musim. Namun jika kita mau melihat bagaimana langkah Persipura begitu konsisten dari awal musim hingga berakhirnya kompetisi tentu hasil runner up yang dicapai Arema bukanlah sesuatu yang mengecewakan. Apalagi perburuan Arema merebut posisi runner up juga mendapat persaingan yang cukup ketat dari tim – tim yang kuat seperti Persib Bandung dan Mitra Kukar.

Kini sudah saatnya Arema mengakhiri euforia terkait hasil runner up yang mereka peroleh di musim ini. Manajemen sudah harus mulai mengevaluasi apa yang menjadi kegagalan Arema mencapai target juara di musim ini. Evaluasi menjadi sangat penting bagi Arema agar di musim depan bisa belajar dari kesalahan – kesalahan baik kecil maupun besar yang terjadi di musim lalu.

Setelah gelaran Menpora Cup berakhir diharapkan tim pelatih sudah bisa mengeluarkan rapor pemain guna dijadikan referensi apakah pemain tersebut layak dipertahankan ataukah harus pergi dari skuad Arema musim depan. Beberapa pemain Arema yang hanya menjadi pelengkap bagi tim atau bisa dikatakan gagal bersaing dengan skuad yang ada sebaiknya memang tidak diperpanjang atau dipinjamkan ke klub lain jika pemain tersebut masih berusia muda.
Continue reading

Mempertahankan Wayne Rooney Adalah Transfer Terbaik Manchester United di Awal Musim

Manager Manchester United David Moyes boleh saja dianggap kurang “becus” dalam urusan mendatangkan pemain. Hal ini memang bukan hanya isapan jempol, ketidakmampuan Moyes ditunjukkan dengan banyaknya pemain yang menjadi buruan klub di awal musim akhirnya gagal mendarat di Old Trafford. Nama – nama seperti Cesc Fabregas dan Thiago Alcatara adalah beberapa contoh nama yang gagal didatangkan Moyes di awal musim. Di musim panas ini Moyes hanya berhasil mendatangkan mantan anak buahnya di Everton Maroane Fellaini pada detik – detik penutupan bursa transfer.

Namun ada satu hal tindakan Moyes yang layak mendapat apresiasi di awal musim ini. Prestasi tersebut adalah kesuksesan menahan Wayne Rooney untuk tetap bertahan di klub. Meskipun hal tersebut tidak termasuk dalam transfer pemain, menjaga pemain sekelas Wayne Rooney untuk tetap bertahan di klub adalah transfer terbaik bagi MU di awal musim ini.

Moyes benar – benar layak mendapat apresiasi karena jika melihat bagaimana begitu rumitnya masalah rumor kepindahan Rooney di awal musim. Spekulasi tentang kepindahannya ke klub – klub besar Eropa seperti PSG dan Chelsea berhembus sangat kencang. Bahkan Chelsea asuhan Jose Mourinho sampai meminta Rooney untuk melakukan transfer request kepada klub. Namun akhirnya Rooney dapat dibujuk untuk bertahan setidaknya sampai satu musim kedepan dan harapan untuk memperpanjang kontrak masih sangat terbuka lebar.
Continue reading