Tag Archives: Indonesia

Peran Guru Dalam Pendidikan Kritis Generasi Muda

Pendidikan, sebuah kebutuhan premier bagi sebuah Negara yang bercita – cita besar. Pendidikan ibarat angin segar yang akan membawa serpihan – serpihan daun harapan bagi keberlangsungan bangsa dalam menapaki semakin ketatnya persaingan global. Ditengah persaingan yang begitu ketat di segala bidang , berbekal pendidikan yang berkualitas, cita – cita bangsa yang awalnya hanya sekedar mimpi tentu tidak akan sulit untuk diraih oleh siapapun termasuk Indonesia.

Dengan pendidikan yang berkualitas maka akan melahirkan sumber saya manusia yang berkualitas pula. Kesejahteraan, Kemakmuran, Keadilan dan kedaulatan negeri ini hanya akan menjadi sebuah fatamorgana di gurun pasir tanpa adanya sumber daya manusia berkualitas yang mampu mewujudkan itu semua. Sumber daya alam yang besar dan keberagaman hasil pertanian hanya akan menjadi omong kosong tanpa adanya aspek intelektual manusia untuk mengelolanya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa elemen sumber daya manusia menjadi aspek yang sangat penting bagi kesuksesan melaksanakan cita – cita sebuah bangsa kedepannya.
Continue reading

Tantangan Menjadi Guru di Era Milenial

Milenial, sebuah kata  yang mendefinisikan generasi muda yang lahir di era tahun 1980 – 2000an. Saat ini istilah milenial cukup berkembang di masyarakat. Banyak warganet yang sering menyebut istilah ini dalam cuitan – cuitannya di media social.

Perbedaan generasi milenial dengan generasi sebelumnya adalah mereka berkembang dan tumbuh besar di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Mau tidak mau pengaruh teknologi jelas berdampak terhadap pembentukan karakter, sikap dan gaya hidup bagi generasi ini. Kehidupan mereka tidak akan bisa lepas dari penggunaan teknologi dalam kehidupannya.

Perkembangan teknologi tidak akan bisa dipisahkan dengan generasi milenial. Generasi milenial hadir karena adanya perkembangan teknologi. Berbagai macam gadget seakan menjadi kebutuhan bagi generasi ini untuk menunjang berbagai macam kegiatan sehari – hari.  Pernahkah anda lupa membawa Handphone ketika berpergian ? lalu apa yang anda lakukan. Tidak sedikit dari mereka yang pasti akan pulang untuk mengambil handphone karena galau tidak bisa update status di media social.
Continue reading

Untuk Indonesia yang Lebih Baik, Jangan Golput

Pada bulan April rakyat Indonesia akan memilih calon anggota legislatif guna mengisi kursi Anggota DPR, DPRD 1 dan DPRD 2. Tata cara atau sistem pemilu kita untuk pemilu tahun ini tidak mengalami perbedaan yang signifikan dibanding dengan pemilu tahun 2009. Rakyat masih akan memilih langsung calon anggota legislatif (caleg) pilihannya sendiri. permasalahannya sekarang, banyak orang yang masih bingung pada sistem ini karena kurangnya akses informasi yang tersedia bagi rakyat untuk menilai kualitas caleg yang akan dipilihnya di pemilu nanti.

Masalah lain yang bepotensi muncul di pemilu 2014 adalah masyarakat yang mulai apatis terhadap event – event seperti Pemilu , Pilkada dll karena kecewa dan kesal dengan tingkah laku menjengkelkan dari anggota DPR yang semakin jauh dari sikap pro rakyat. Belum lagi akhir – akhir ini para elit politik baik penyelenggaran Negara, anggota DPR dan bahkan penegak hukum terungkap keterlibatannya dalam kasus korupsi, penyuapan dll.

Rasa tidak puas inilah yang kemudian menimbulkan wacana di masyarakat untuk mengambil langkah Golongan Putih (Golput). Golput adalah sikap dimana seseorang secara sadar untuk tidak ikut serta dalam pemilu. Alasan terkait Golput memang beragam. Mulai dari kurangnya sosialisasi pemilu hingga calon – calon yang ada dianggap tidak punya visi – misi yang jelas untuk menjadi seorang pemimpin. Namun kebanyakan alasan golput saat ini adalah rasa tidak puas terhadap wakil rakyat yang nyata – nyata memang sudah tidak pro rakyat. Lantas apakah dengan golput itu bisa menyeleseikan masalah ? bagi saya tentu tidak, dan saya punya beberapa pendapat lain terkait anda yang memilih untuk golput di pemilu.
Continue reading

Pilgub Jatim 2013 , Aroma Konspirasi Tercium Disini

Selasa 17 Juli 2013, masih berharap bisa menuangkan semua hal yang ada di otak ke dalam suatu tulisan. Walaupun harus bertarung dengan rasa lelah dan mata yang mulai mengantuk akibat asupan makanan setelah berbuka puasa, namun ini terlihat seperti harus segera dituangkan sebelum semuanya meledak dalam susunan partikel otak ini. Walaupun tulisan ini tidak akan mengubah apapun dalam kehidupan dunia, namun setidaknya dengan adanya tulisan ini ada mungkin akan orang yang tahu bahwa di ujung dunia ini di dalam sebuah kamar kost yang lebih mirip penjara tanpa jeruji masih ada harapan dari seorang pemuda yang mempunyai keinginan untuk setidaknya memikirkan nasib negaranya.

Hari ini saya belajar banyak sekali tentang ilmu yang tidak akan mungkin saya dapatkan di bangku sekolah maupun bangku kuliah. Hal pertama yang saya pelajari hari ini terkait dari KPUD Jatim yang tidak meloloskan pasangan Khofifah-Herman untuk bertarung di Pilgub Jatim 2013. Disini saya bisa belajar banyak bagaimana untuk mengalahkan lawan dalam lomba lari kita tidak hanya harus punya kecepatan yang cepat untuk mencapai garis finish lebih awal. Dari berita itu saya melihat bahwa selain kita harus bisa berlari dengan cepat sesekali kita juga harus menjatuhkan lawan agar lawan tidak bisa mencapat garis finish.

Bagi sebagian orang mungkin akan terlihat sedikit menjijikkan. Seseorang yang dalam kenyataanya mempunyai kendaraan yang super cepat untuk mencapat garis finish lebih awal ternyata lebih memilih menggunakan cara – cara kotor seperti “menggembosi” ban pesaingnnya untuk meraih kemenangan. Namun lagi – lagi nurani harus disisihkan demi apapun yang sudah menjadi ambisi dari awal.
Continue reading

Jokowi Jadi Capres , Akan Lebih Matang di 2019

Bagi sebagian orang, tahun 2013 dianggap sebagai tahun politik. Mengapa demikian ? karena di tahun ini lah para politisi berlomba – lomba menarik simpati rakyat guna mencapai hasil maksimal di Pemilu 2014. Jauh – jauh sebelum digelarnya pemilu beberapa nama bahkan sudah dengan percaya diri mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Wiranto dan bahkan lawyer muda penuh kontroversi Farhat Abbas adalah deretan nama yang sudah siap bertarung di pemilu 2014.

Namun ada sesuatu yang menarik menjelang digelarnya pemilu tahun depan. Capres – capres alternatif diluar nama – nama tenar juga sudah mulai bermunculan. Salah satu yang paling fenomenal adalah gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi. Meskipun tidak terang – terangan mencalonkan diri sebagai calon presiden di pemilu 2014 namun Jokowi kini banyak disebut menjadi salah satu calon terkuat untuk menjadi Presiden periode 2014-2019.

Dalam sejumlah survey yang digelar oleh beberapa lembaga survey di Indonesia, nama Jokowi tercatat sebagai calon yang cukup potensial untuk bertarung di Pemilu 2014. Bahkan dalam beberapa survey terakhir nama Jokowi juga mengungguli calon – calon mainstream macam Prabowo Subianto dari Gerindra dan Abu Rizal Bakrie dari Partai Golkar.

Jokowi punya semua aspek yang dibutuhkan untuk menjadi calon presiden pada pemilu 2014. Gaya kepemimpinan Jokowi yang berbeda dengan pemimpin di Indonesia kebanyakan membuat namanya begitu populer dimata masyarakat. Saat kebanyakan pemimpin terkesan sangat jauh dengan rakyat, Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang tahu betul bau keringat rakyat kecil. Pria yang saat ini menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta ini juga tidak canggung untuk langsung turun ke kantong – kantong masalah yang ada pada rakyat.
Continue reading