Tantangan Menjadi Guru di Era Milenial

Milenial, sebuah kata  yang mendefinisikan generasi muda yang lahir di era tahun 1980 – 2000an. Saat ini istilah milenial cukup berkembang di masyarakat. Banyak warganet yang sering menyebut istilah ini dalam cuitan – cuitannya di media social.

Perbedaan generasi milenial dengan generasi sebelumnya adalah mereka berkembang dan tumbuh besar di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Mau tidak mau pengaruh teknologi jelas berdampak terhadap pembentukan karakter, sikap dan gaya hidup bagi generasi ini. Kehidupan mereka tidak akan bisa lepas dari penggunaan teknologi dalam kehidupannya.

Perkembangan teknologi tidak akan bisa dipisahkan dengan generasi milenial. Generasi milenial hadir karena adanya perkembangan teknologi. Berbagai macam gadget seakan menjadi kebutuhan bagi generasi ini untuk menunjang berbagai macam kegiatan sehari – hari.  Pernahkah anda lupa membawa Handphone ketika berpergian ? lalu apa yang anda lakukan. Tidak sedikit dari mereka yang pasti akan pulang untuk mengambil handphone karena galau tidak bisa update status di media social.

Di era sekarang yang serba real time dimana hubungan antar wilayah di dunia sudah tidak terbatas ruang dan waktu. Generasi ini memiliki karakter untuk selalu update dan cenderung menjadi pribadi yang cuek terhadap kehidupan sosial. Generasi di era milenial merasa banyak kebutuhan sudah banyak dipenuhi di gadget yang mereka punya. Mulai dari informasi, gaya hidup, bahkan dalam kehidupan sehari – hari. Komunikasi secara verbal seakan menjadi alternatf jika komunikasi secara media social dirasa mampu untuk mengatasi itu.

Lantas yang menjadi pertanyaan, dengan berbagai macam perbedaan sikap dan karakter dari generasi sebelumnya apakah mendidik generasi milenial memerlukan strategi khusus. Menjadi tantangan bagi guru terutama di tingkat SMP dan SMA dalam mendidik generasi milenial dimana banyak dari meraka saat ini berada di tingkatan tersebut.

Sebagai sosok yang berperan vital dalam pembentukan karakter bangsa. Guru dituntut peka melihat dinamika ini. Tantangan guru saat ini adalah kualitas dan kreativitas dalam menyikapi dinamika generasi milenial yang melek akan sosial media. Alasan mengapa kreativitas harus menjadi modal bagi guru untuk menjawab tantangan ini karena generasi ini tidak akan suka dengan hal – hal yang bersifat outdate atau kurang kekinian. Tentu guru dituntut untuk menjadi fasilitator dengan menciptakan program sekolah maupun pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Aspek berikutnya adalah kualitas. Kualitas menjadi wajib karena di era milenial siswa sangat mudah memverifikasi apa yang dikatakan guru hanya dengan bermodalkan google. Jangan sampai peran guru menjadi tersingkirkan oleh google dimata generasi ini.

Tantangan guru di era milenial sangat berat dibanding guru – guru di era terdahulu. Selain menguasai aspek materi keilmuan yang di ajarkan. Guru dituntut memahami teknologi dan selalu menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Guru harus menjadi role model bagi siswa di generasi milenial agar siswa memahami Batasan – batasan teknologi sehingga terhindar dari pemamfaatan yang salah dalam menggunakan teknologi.

Tantangan bagi guru tidak berhenti disini, generasi milenial bukan generasi yang bisa dipaksa – paksa. Contoh dengan melarang siswa membawa handphone. Guru di era sekarang harus lebih terbuka dengan pemikiran – pemikiran baru. Guru dituntut mendidik siswa sesuai dengan zamanya. Selama tidak bertentangan dengan norma – norma yang ada tentu hadirnya teknologi tidak perlu dipermasalahkan.

Pendekatan persuasif baiknya lebih prioritas dilakukan ketimbang melakukan kebijakan – kebijakan yang tersesan otoriter maupun memaksakan kehendak. Guru bisa memberikan pengertian kepada siswa melalui kebijakan – kebijakan konkret dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Misalkan dengan e-learning menggunakan sosial media dll. Siswa justru mendapatkan edukasi bahwa teknologi ketika dimanfaatkan dengan baik justru memiliki dampak yang positif.

Secara umum guru hendaknya memahami perubahan sosial yang ada di era sekarang. Tidak berhenti belajar mengenai hal – hal baru mengingat menjadi tugas kita Bersama dalam menyiapkan generasi masa depan. Tantangan global di era sekarang juga beda dengan tantangan global di era dahulu. Initinya dengan modal kemauan dan rasa peduli terhadap masadepan bangsa. Apapun langkah dan metode yang dilakukan di sekolah pastinya bertujuan membentuk karakter dan menyiapkan SDM yang berkualitas di Indonesia. Masa depan Indonesia ada didalam ruang kelas yang kita ajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s