Dilemahkan Gerombolan Buaya, Cicak Harus Melawan

Hak Angket DPR, Apa Istimewanya dengan kata – kata tersebut sehingga beberapa pekan ini istilah tersebut hampir selalu menghiasi media di tanah air baik media cetak, eletronik maupun media sosial. Lalu apa yang dimaksud dengan Hak Angket ? Jika Mengacu pada Definisi, Hak angket DPR adalah sebuah hak yang dimili oleh DPR yang memutuskan bahwa pelaksanaan suatu undang – undang dalam kebijakan pemerintah berkaitan dengan hak penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dengan ketentuan perundang – undangan. Merujuk kepada Undang – undang nomor 27 tahun 2009 tentang MPR,DPR, DPD bahwa hak angket minimal diusulkan oleh 50 anggota yang terdiri lebih dari satu fraksi.

Masih banyak masyarakat yang dibuat bingung dengan apalagi yang diperbuat oleh para pejabat di negeri kita khususnya DPR. Ditengah ketidak pastian hidup karena mencari uang semakin sulit, belum lagi dengan kenaikan tarif dasar listrik yang dirasa cukup memberatkan, lagi – lagi rakyat justru malah disuguhi tontonan omong kosong oleh anggota DPR yang secara konstitusi adalah wakil kita.

Kembali ke ruang lingkup tentang DPR sebagai lembaga legislatif negara yang melakukan hak angket terhadap KPK sebagai pelaksana undang – undang. Dalam hal ini yang menjadi pertanyaan saya sebagai rakyat adalah apa yang menjadi dasar DPR untuk melakukan hak angket ? Apakah KPK sebagai pelaksana undang – undang melakukan tindakan hukum yang fatal ?. Hak angket yang tidak didasari dengan latar belakang yang kuat pasti akan “ejakulasi dini” atau “anti klimaks” pada penerapannya.

Ketika dasar hukum sudah tidak kuat lalu apa yang mendasari DPR untuk melakukan hak angket terhadap KPK. Jangan salahkan jika rakyat beranggapan kalau ini hanyalah akal – akalan DPR untuk melemakan kewenangan KPK. Jika ditarik kebelakang banyak anggota DPR yang kebakaran jenggot gara – gara namanya disebut dalam aliran dana megaproyek E-KTP. Masuk akal sekali jika disebuah warung kopi di sudut kota ada obrolan bahwa DPR melakukukan hak angket terhadap KPK karena ingin mengkebiri kewenangan dan sengaja mengacaukan kerja KPK terkait pengusutan korupsi skandal megaproyek E-KTP yang merugikan negara sebesar kurang lebih 2 Triliun.

Jika ditarik jauh kebelakang lagi kehadiran mereka yang disebut sebagai wakil rakyat itu di senayan secara konstitusi adalah sebagai penyambung lidah rakyat yang mereka sebut dengan konstituen. Lalu apa yang dilakukan mereka saat ini dengan berusaha melemahkan KPK sudah mewakili suara rakyat. Dengan sangat yakin saya menjawab tidak. Rakyat hanya kamuflase dan alasan yang diagung – agungkan untuk menutupi tujuan utama mereka membawa kepentingan partai dan golongan.

Lantas apa rakyat sudah kehilangan wakilnya di sistem konstitusi kita. Ketika sudah tidak ada yang dirasa mampu mewakili aspirasi kita sebagai masyarakat di legislatif. sebagai rakyat apalagi generasi muda apakah kita harus berdiam diri melihat lembaga yang bertarung melawan koruptor di negeri ini untuk berjuang sendirian. Ini bukan lagi cicak vs buaya, Ketika dulu ada analogi cicak vs buaya maka saat ini lebih tepat jika disebut cicak vs Kebun binatang, mengapa disebut kebun binatang karena saat ini tempat buaya berkumpul menjadi satu yang menjadi lawan dari cicak. Ini juga bukan tentang DPR vs KPK tapi ketika dilihat dalam dimensi yang lebih utuh adalah ini permusuhan antara pro pemberantasan korupsi dan kontra pemberantasan korupsi. Jadi ini sebuah masalah yang lebih kompleks dimana rakyat juga berhak untuk berjuang melawan ini dengan cara – cara yang bisa mereka lakukan.

KPK tidak akan bertarung sendirian, mereka Bersama rakyat yang akan selalu mendukung. KPK ataupun siapa saja yang pro terhadap pemberantasan korupsi juga tidak boleh pasrah begitu saja terkait pemelahan sistematis ini. Di salah satu televiss swasta ada anggota dewan yang mengatakan ketika tidak terjadi masalah KPK tidak perlu defensif menghadapi hak angket DPR. Sebuah pernyataan yang keliru bagi saya. Bagi kami pemberantasan korupsi di negeri ini harus diisi oleh orang – orang , komunitas maupun lembaga yang pemberani. Dan bagi lembaga yang pemberani, jika dilemahkan maka harus dilawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s