Muhammad Ridhuan , Bintang yang Kalah Terang di Skuad Mewah Arema

Pertandingan sepak bola Indonesian Super League sudah hampir setengah perjalanan. Prestasi yang ditorehkan klub kebanggaan warga Malang Raya yakni Arema Indonesia sejauh ini bisa dikatakan cukup baik. Dengan mengusung target menjadi juara ISL, anak asuh Rahmad Darmawan masih tetap menjaga asa  untuk merealisasikan target tersebut karena saat ini berada di posisi ke-2 dibawah Persipura Jayapura.

Dalam perjalanan Arema mengarungi ketatnya kompetisi Indonesian Super League musim ini terdapat sedikit perbedaan dengan musim – musim sebelumnya. Jika di musim sebelumnya Arema lebih banyak mengandalkan pemain – pemain jauh dari kesan bintang, maka berbeda dengan musim ini. Musim ini skuad Arema diisi oleh materi pemain “mewah” yang sangat lekat dengan kesan pemain bintang.  Beberapa pemain top yang pernah malang melintang di sepak bola Indonesia pun di datangkan ke Bumi Arema. Tidak tanggung – tanggung  deretan penyerang yang bersaing meraih gelar top skor musim lalu telah menjadi ujung tombak Singo Edan musim ini. Beto, Greg, Keith Kayamba Gumbs dan Cristian Gonzalez adalah nama – nama yang akan membuat lini depan Singo Edan menjadi sangat mengerikan bagi lawan – lawannya.

Namun dibalik sesaknya skuad Arema dengan pemain – pemain bintang, ada satu bintang yang seakan redup kalah terang dengan bintang – bintang lain. Dia adalah Muhammad Ridhuan atau biasa disebut oleh Aremania dengan sebutan R86.  Pemain yang beberapa musim terakhir selalu menjadi pemain kunci Arema ini sekarang sedang berada dalam kondisi yang sulit seiring minimnya kesempatan bermain yang diberikan Rahmad Darmawan kepada pemain yang sering beroprasi di sayap kanan ini.

Cedera di awal musim mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa hingga sekarang Ridhuan belum bisa bermain dalam performa terbaiknya. Belum lagi di posisi sayap kanan Ridhuan harus bersaing dengan beberapa pemain lokal yang sedang naik daun. Yang pertama adalah pemain asli malang Sunarto,pemain yang akrab dengan sebutan Sunartorres ini sering dipasang sebagai sayap kanan seiring penuh sesaknya lini depan Singo Edan oleh pemain bintang. Dibawah asuhan RD seorang Dendi Santoso juga sering dipasang di sebelah kanan karena di sisi kiri peran Keith Kayamba Gumbs seperti sudah tidak tergantikan.

Namun jika kita mencoba mengingat – ingat di awal musim ini, M Ridhuan seakan bukan pemain yang menjadi pilihan pelatih Arema Rahmad Darmawan untuk mengisi slot pemain asing di skuad Arema. Di awal musim RD begitu lama menentukan apakah akan memilih Ridhuan untuk mengisi slot pemain asing Asia di skuad Arema. Saat itu RD masih bersikeras melakukan seleksi untuk mencari pemain yang benar – benar mampu meyakinkannya. Namun karena kualitas pemain – pemain seleksi dianggap tidak lebih bagus dari pemain yang sudah ada akhirnya rekomendasi untuk M RIdhuan pun turun.

Terlepas dari itu semua ,Ridhuan adalah salah satu pemain yang masih menjadi idola bagi Aremania.  Publik di Malang tentu tidak akan lupa bahwa Ridhuan adalah salah satu pahlawan Arema yang berhasil menjuarai ISL dibawah asuhan pelatih Robert Rene Albert. Sebagai pemain yang sudah cukup lama menjari pemain kunci di skuad Arema, tentu para Aremania sudah tidak sabar melihat Muhammad Ridhuan kembali ke performa terbaiknya.

Segeralah kembali ke performa SINGA R86!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s